Sunday, 21 February 2016

2.5 Fenomena Gunung Berwarna Warni


Menurut Saintis Fenomena ini terjadi kerana batuan pasir merah dan mineral yang terbentuk sejak zaman Kapur iaitu 24 juta tahun lalu.Gunung ini akan menampilkan pola warna yang berbeza, bergantung pada keadaan cuaca dan pencahayaan matahari. Warna-warni gunung ini akan semakin nampak jika turun hujan pada hari sebelumnya.

Bukit dan lembahnya terdiri dari lapisan warna merah, biru, hijau zamrud,dan kuning. Meskipun demikian, di sana tidak ditemui tumbuhan atau haiwan kerana keadaan tanahnya yang tandus.

Fenomena yang diceritakan dalam al quran

Tidak ada keraguan tentang firman Allah yang diturunkannya melalui ayat-ayat didalam Al-Quran. Fenomena-fenomena yang dijelaskan Al-Quran, yang muncul di muka bumi 1400 tahun lalu ,kini sudah banyak dan terbukti salah satu diantaranya adalah tentang gunung pelangi di China
Seperti Surat Ar Rahman ayat 19-20 yang menyebut tentang fenomena alam pertemuan dua lautan yang tidak bercampur, ternyata fenomena gunung berwarna-warni yang difirmankan Allah dalam Surat Al Fahir 27, pun benar .

Meskipun demikian,mungkin masih banyak orang yang belum mengetahui fenomena alam yang indah tersebut, gunung-gunung yang berwarna-warni di Zhangye Danxia, provinsi Gansu, Cina ini nampak seperti hamparan pelangi kerana itu orang memanggilnya ‘rainbow mountain’.
Gunung pelangi seluas 300 kilometer persegi ini merupakan bagian dari Zhangye Danxia Landform Geological Park yang terletak di provinsi Gansu, China.


Apakah Nabi Muhammad SAW pernah ke Cina? 

Tidak pernah sama sekali.  Tiada lain tiada bukan, informasi tersebut bersumber dari wahyu Allah SWT semata. Al-Qur’an telah menceritakan fenomena alam tersebut 14 abad yang lalu. 

“Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu dengan air itu Kami hasilkan buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.” 
(QS. Fathir 27)

Dalam penafsiran lain disebutkan bahwa ayat ini menunjukan tentang bukti-bukti kekuasaan Allah SWT dan mengajak setiap orang untuk berpikir dan memperhatikan ciptaan-Nya, bahwa Allah menurunkan dari langit air hujan lalu dengan air hujan itu Allah mengeluarkan yakni menghasilkan jenis-jenis buah-buahan yang beraneka ragam atau bermacam warna, bentuk, rasa dan aromanya. Seandainya yang melakukan itu alam tentu hal tersebut tidak akan beragam dan bermacam-macam.

Persamaan dan perbedaan juga terjadi pada yang lebih kukuh iaitu gunung-gunung yang memiliki jalur garis-garis yang  berwarna putih dan juga yang merah yang kejelasan warna yang beraneka macam disamping merah dan putih dan ada yang hitam pekat.

Dalam ayat tersebut terdapat kata Judadun yaitu bentuk jamak dari perkataan Juddatun iaitu jalan, kata Baidhon bentuk jamak dari kata Abyadun, yaitu putih. Kata Suudun adalah bentuk jamak dari kata Aswadun iaitu hitam. Dan kata Khumrun adalah bentuk jamak dari kata Akhmar iaitu merah. Adapun kata Gharabibun adalah bentuk jamak dari Gharbibun iaitu pekat sangat (sangat hitam). Sebenarnya istilah yang tepat untuk dipakai adalah Sudun Gharbibun yaitu hitam pekat.

Menurut tafsir al-Munthalihah, kemukjizatan ayat ini dari segi ilmu pengetahuan bukan saja nampak ketika disebut bahwa warna gunung yang bermacam-macam itu disebabkan adanya perbezaan materi yang dikandung oleh gunung-gunung itu saja. Juga dikaitkan adanya jenis buah-buahan meskipun pepohonan yang disiram dengan air yang sama. Dengan penciptaan gunung-gunung yang beranekaragam warna merah, putih atau hitam, meskipun berasal dari suatu materi yang sama di dalam perut bumi.



No comments:

Post a Comment