Sunday, 21 February 2016

SENARAI KANDUNGAN

1.0 PENDAHULUAN

2.0 FENOMENA ALAM

       2.1) FENOMENA HUJAN
       2.2) FENOMENA SIANG DAN MALAM
       2.3) FENOMENA BENCANA ALAM (GEMPA BUMI)
       2.4) FENOMENA GERHANA BULAN & MATAHARI
       2.5) FENOMENA GUNUNG BERWARNA WARNI

3.0 KESIMPULAN

4.0 LAMPIRAN

5.0 RUJUKAN


1.0 PENDAHULUAN

Assalamualaikum dan selamat sejahtera.
Bercerita mengenai fenomena begitu luas skopnya.Begitu banyak fenomena yang  disajikan dibumi ciptaan allah ini dan kita sendiri dapat lihat dan merasai fenomena alam itu.tapi adakah kita dapat mengambil iktibar atau pengajaran dalam setiap fenomena?.Maka marilah kita bersama-merungkai dan mencari erti dan sebab mengapa sesuatu fenomena itu terjadi.




Bermula dari erti fenomena, fenomena adalah  sesuatu peristiwa serta sesuatu keadaan yang dapat diamati dan dinilai oleh kaca mata ilmiah atau  ilmuan tertentu.
Fenomena juga boleh  disebut sebagai hal yang luar biasa dalam kehidupan di dunia 
dan  terjadi dengan tidak terduga dan nampak mustahil dalam pandangan manusia, Suatu peristiwa yang tidak biasa tapi sering terjadi, pada alam atau mahkluk.



Fenomena alam pula membawa erti  fenomena alam adalah peristiwa non-artifisial (kejadian alami) dalam pandangan fizikal dan  tidak diciptakan oleh manusia, meskipun dapat mempengaruhi manusia (seperti bakteria, penuaan, bencana alam, dan lain lain). Contoh umum dari fenomena alam termasuk letusan gunung berapi, cuaca dan aurora juga merupakan salah satu fenomena alam. Ada fenomena fenomena alam yang tidak berbahaya bahkan sebagai rahmat seperti hujan. Tapi banyak juga yang membahayakan seperti fenomena alam letusan gunung berapi, tsunami dan tornado dianggap berbahaya dan dapat menimbulkan kematian. Contoh fenomena alam yang terjadi di Indonesia iaitu Fenomena Lumpur Lapindo. Fenomena alam adalah hal yang luar biasa dalam kehidupan di dunia dan dapat terjadi dan tidak terduga dan nampak mustahil dalam pandangan manusia. hal-hal yg dapat disaksikan dengan pancaindra dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah (seperti fenomena alam), 

Fenomena alam ini semuanya telah diceritakan didalam al quran dan ianya tidak dapat dinafikan kebenaran atau ketepatan fakta didalam alquran itu sendiri.Ini mebawa erti benarlah bahawa AL-Quran itu dari Allah s.w.t dan ia merangkumi semua aspekhidupan lalu,masakini dan akan datang.

Contoh ayat AL- Quran yang menceritakan mengenai fenomena alam :




Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”
 (QS Al Anbiya:33)
“Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”
 (QS Yaa Siin: 38)
“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.”
(QS Yaa Siin: 40)

2.0 FENOMENA ALAM

Fenomena alam adalah kejadian-kejadian yang terjadi dimuka bumi seperti fenomena siang dan malam, bencana (gempa bumi), hujan, gerhana bulan & matahari, sungai di bawah laut.Fenomena ini telah dicatatkan didalam Al-Quran sejak 1400 tahun lepas.Fenomena alam ini juga telah dikaji oleh para saintis barat sejak 200 tahun yang lepas.

2.1 FENOMENA HUJAN



Hujan merupakan proses alam yang mendapat perhatian dari para ilmuan selama bertahun-tahun. Selama penelitian berjalan, proses terbentuknya hujan begitu sulit dipecahkan kerana kurangnya teknologi yang canggih pada saat itu. Setelah radar cuaca ditemukan, para ilmuan menemukan titik terang tentang proses pembentukan hujan.

Dalam Jurnal yang berjudul The Atmosphere (1975) kelompok ilmuan yang menuliskan bahawa terdapat tiga tahap dalam proses pembentukann hujan. Tiga tahap tersebut meliputi adanya bahan berupa awan yang terpisah-pisah, kemudian awan tersebut bergabung membentuk titik-titik air, dan curahan hujan pun terlihat.

Pada awal penemuan tersebut, angin dalam proses hujan hanyalah sebagai penggerak awan. Memasuki abad 20, dengan peralatan yang lebih moden seperti pesawat terbang, satelit, komputer, barulah ilmuan menemukan bahawa angin memiliki fungsi yang signifikasikan dalam proses terbentukanya hujan. Berdasarkan teori, wap air yang menyejat di udara dengan partikel-partikel yang di bawanya dari laut dan akhirnya berlaku pemprosesan pembentukan awan hujan.

Penemuan tentang proses hujan ini menjadi hal yang mengagumkan bagi ilmu pengetahuan moden. Selain kerana waktu yang panjang dalam proses penelitiannya, ilmuan ini juga membutuhkan peralatan mutakhir dalam melakukan penelitian ini. Namun penelitian ini begitu sederhana dimata Allah SWT. Pasalnya proses terjadinya hujan tertulis jelas dalam Al-Qur'an sejak 1400 tahun silam, yakni dalam Al-Qur'an QS Ar-Ruum ayat 48.

“Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira,” (QS Ar-Ruum ayat 48)

Bahkan jika ilmuan kesulitan menemukan fungsi angin dalam proses penelitiannya, maka Al-Qur’an juga sudah menjelaskannya dalam QS Al-Hijr ayat 22. Dalam ayat ini disebutkan sifat angin yang mengawinkan dan terbentuknya hujan karenanya.

“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya”. (QS Al-Hijr ayat 22)

Ilmu pengetahuan moden, proses mengawinkan ini terjadi di atas permukaan laut, gelembung udara yang tak terhitung jumlahnya terbentuk akibat pembentukan buih. Pada saat gelembung-gelembung ini pecah, ribuan partikel kecil dengan diameter beratus milimeter, terlempar ke udara. Partikel-partikel ini, yang dikenal sebagai aerosol, bercampur dengan debu daratan yang terbawa oleh angin dan selanjutnya terbawa ke lapisan atas atmosfera.

Partikel-partikel ini dibawa naik lebih tinggi ke atas oleh angin dan bertemu dengan wap air. Wap air berkumpul di sekitar partikel-partikel ini dan berubah menjadi butiran-butiran air. Butiran-butiran air ini mula-mula berkumpul dan membentuk awan dan kemudian jatuh ke Bumi dalam bentuk hujan.

Sebagaimana terlihat, angin “mengawinkan” wap air yang menyejatkan di udara dengan partikel-partikel yang di bawanya dari laut dan akhirnya membantu pembentukan awan hujan.

Apabila angin tidak memiliki sifat ini, butiran-butiran air di atmosfera bahagian atas tidak akan pernah terbentuk dan hujanpun tidak akan pernah terjadi.

Hal ini terpenting di sini adalah bahwa peranan utama dari angin dalam pembentukan hujan telah dinyatakan berabad-abad yang lalu dalam sebuah ayat al Quran, pada saat orang hanya mengetahui sedikit saja tentang fenomena alam. Berikut ini tahap hujan dalam al-Quran dan dibenarkan oleh sains.


Tahap 1

al-Quran : “Dialah yang mengirim angin,…”

Sains : Gelembung-gelembung udara yang jumlahnya tak terhitung yang dibentuk dengan pembuihan di lautan, pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air tersembur menuju langit. Partikel-partikel ini, yang kaya akan garam, lalu diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfir. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut “perangkap air”.



Tahap 2

al-Quran : “…lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal…”


Sains : Awan-awan terbentuk dari wap air yang mengembun di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara. Kerana air hujan dalam hal ini sangat kecil (dengan diamter antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan-awan.



Tahap 3

al-Quran : “…lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya…”

Sains : Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel -partikel debu itu mengental dan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.




Semua tahapan yang diceritakan dalam al-Quran ternyata tidak boleh dibantah oleh sains. Lagi-lagi al-Quran menyediakan penjelasan yang paling benar mengenai fenomena ini dan juga telah mengumumkan fakta-fakta ini kepada orang-orang pada ribuan tahun sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan. Allah telah memberitahu kita suatu informasi yang tak mungkin dapat diketahui 1400 tahun yang lalu.

2.2 FENOMENA SIANG DAN MALAM

KEJADIAN SIANG DAN MALAM BERDASARKAN SAINS
Pengenalan
Kejadian siang dan malam adalah disebabkan oleh putaran bumi pada paksinya.Perubahan siang dan alam bergantung pada lokasi bumi dan tempoh masa setahun.Seterusnya,perubahan-perubahan ini adalah disebabkan putaran paksi Bumi dan laluannya mengelilingi matahari.

Tempoh masa putaran bumi
Masa yang diambil untuk Bumi untuk membuat putaran 360 darjah lengkap adalah kira-kira 23 jam dan 56 minit.Tempoh masa ini dipanggil satu hari.Oleh kerana bumi berputar,ia juga bergerak dalam orbitnya mengelilingi matahari.Oleh itu,apabila ia melengkapkan satu putaran,matahari berada di bahagian yang berbeza dari langit.Ia jauh ketinggalan di belakang bintang sebanyak 4 minit.Sebaik sahaja ia mencapai titik yang sama di langit,tempoh masa bagi sehari akan berlalu.Oleh itu,tempoh masa untuk sehari adalah 24jam.

Tempoh masa panjang dan pendek bagi sehari

Walaupun tempoh sehari solar adalah 24 jam, ia tidak selalunya dibahagikan kepada 12 jam siang dan 12 jam malam. Tempoh masa siang atau malam berbeza bergantung kepada masa setahun. Khatulistiwa condong 23.5 darjah dari satah orbit Bumi. Oleh itu, paksi Bumi tidak berserenjang dengan orbitnya. Seperti Bumi bergerak di sepanjang orbitnya, orientasi paksi berkenaan dengan perubahan matahari.Pada titik tertentu dalam orbitnya, tiang putaran selatan Bumi menunjuk ke arah matahari. Pada tempat lain, tiang utara Bumi menunjuk ke arah matahari.Situasi ini mengubah jangka masa siang dan malam sepanjang tahun.





Pergerakan bumi mengelilingi matahari

Bumi berputar pada paksinya



KEJADIAN SIANG & MALAM DALAM AL-QURAN

Kejadian siang dan malam telah diterangkan dalam Al-Quran.Dari pandangan mata kasar,boleh dikatakan siang akan mendahului malam atau malam akan mendahului siang tetapi dalam Al-Quran menyatakan siang bukan mendahului malam dan malam juga tidak mendahului siang.

Bukti yang dijelaskan dalam Al-Quran antaranya:


1) Surah Yunus ayat 6:

Terjemahannya:”Sesungguhnya orang-orang yang tidak menaruh ingatan akan menemui Kami(pada hari akhirat untuk menerima balasan),dan yang reda( berpuaskan ) dengan kehidupan dunia semata-mata serta merasa tenang tenteram dengannya, dan orang-orang yang tidak mengindahkan ayat-ayat (keterangan dan tanda-tanda kekuasaan) Kami”.



2) Firman Allah dalam Surah Al-Anbiyya’ ayat 33 menjelaskan mengenai peredaran matahari dan bulan:


Maksudnya : “Dan Dialah (Tuhan) yang telah menjadikan malam dan siang, serta mataahari dan bulan tiap-tiap satunya beredar terapung-apung ditempat edaran masing-masing (diangkasa lepas)”.



3) Firman Allah dalam Surah Yaasin ayat 38 menjelaskan juga mengenai peredaran alam ini.


Maksudnya: “Dan (sebahagian dari dalil yang tersebut ialah) matahari; ia kelihatan beredar ke tempat yang ditetapkan baginya; itu adalah takdir Tuhan yang Maha Kuasa,lagi Maha Mengetahui;”



4) Firman Allah dalam Surah Az-Zumar ayat 5:

Terjemahannya: “Ia menciptakan langit dan bumi dengan ada faedah dan gunanya yang sebenar,ia pula menjadikan malam melingkari siang (dengan gelapnya),dan menjadikan siang melingkari malam (dengan cahayanya); dan Ia menjadikan matahari dan bulan beredar menurut perintahnya,-tiap-tiap satu dari keduanya,beredar untuk suatu masa yang telah ditetapkan.Ingatlah! Dia lah Yang Maha Kuasa,lagi Yang sentiasa Mengampuni.”

Kejadian siang dan malam telah diceritakan didalam Al-Quran sejak 1400 tahun lalu lagi sebelum saintis menemui teori tentang kejadian siang dan malam ini.






2.3 FENOMENA BENCANA ALAM (GEMPA BUMI)

GEMPA BUMI  DALAM AL QURAN


Proses Terjadinya Gempa Bumi Menurut Penyebabnya

Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan tenaga yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh plat yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itu lah gempa bumi akan berlaku. Gempa bumi biasanya berlaku di sempadan plat plat tersebut. Gempa bumi yang paling parah biasanya berlaku di sempadan plat kompresional dan translasi.
 
Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi kerana bahan lapisan litosfera yang tersepit kedalam mengalami peralihan fasa pada kedalaman lebih dari 600 km. Beberapa gempa bumi lain juga boleh berlaku kerana pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu boleh menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi (jarang namun) juga terjadi kerana menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Caribbean di Zambia, Afrika.


 
Sebahagian lagi (jarang juga) juga boleh berlaku kerana suntikan atau ekstraksi cecair dari / ke dalam bumi (contoh. Pada beberapa loji janakuasa tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga boleh berlaku dari ledakan bahan letupan. Hal ini dapat membuat para saintis memantau ujian rahsia senjata nuklear yang dilakukan kerajaan. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi.




Ada 5 (lima) jenis gempa bumi yang dapat dibezakan menurut berlakunya, iaitu: Gempa Tektonik, Gempa Vulkanik, Gempa Runtuhan, Gempa Jatuhan, dan Gempa Buatan.

Gempa Tektonik
Seperti diketahui bahawa kulit bumi terdiri daripada plat plat tektonik yang terdiri dari lapisan lapisan batuan. Tiap tiap lapisan mempunyai kekerasan dan massa jenis yang berbeza satu sama lain. Lapisan kulit bumi tersebut mengalami pergeseran akibat arus perolakan yang berlaku di dalam bumi.
Gempa Vulkanik
Sesuai dengan namanya gempa bumi gunung berapi atau gempa bumi gunung api merupakan peristiwa gempa bumi yang disebabkan oleh tekanan magma dalam gunung berapi. Gempa ini boleh berlaku sebelum dan semasa letusan gunung api. Getarannya kadang-kadang dapat dirasakan oleh manusia dan haiwan sekitar gunung berapi itu berada. Perkiraaan meletusnya gunung berapi salah satunya ditandai dengan sering terjadinya getaran-getaran gempa vulkanik.
Gempa Runtuhan
Gempa runtuhan atau terban merupakan gempa bumi yang terjadi kerana adanya runtuhan tanah atau batuan. Lereng gunung atau pantai yang curam mempunyai tenaga potensi yang besar untuk runtuh, juga terjadi di kawasan lombong akibat runtuhnya dinding atau terowong pada lombong-lombong bawah tanah sehingga dapat menimbulkan getaran di sekitar kawasan runtuhan, namun kesannya tidak begitu membahayakan. Justeru kesan yang berbahaya adalah akibat timbunan batuan atau tanah runtuh itu sendiri.


Gempa Jatuhan

Bumi merupakan salah satu planet yang ada dalam susunan tata suria. Dalam tata suria kita terdapat ribuan meteor atau batuan yang bertebaran mengelilingi orbit bumi. Sewaktu-waktu meteor tersebut jatuh ke atmosfera bumi dan kadang-kadang sampai ke permukaan bumi. Meteor yang jatuh ini akan menimbulkan getaran bumi jika jisim meteor cukup besar. Getaran ini dipanggil gempa jatuhan, namun gempa ini jarang sekali berlaku. kawah terletak berhampiran Flagstaff, Arizona, sepanjang 1,13 km akibat kejatuhan meteorite 50,000 tahun yang lalu dengan diameter 50 m.



Gempa Buatan

Suatu percubaan letupan nuklear bawah tanah atau laut dapat menimbulkan getaran bumi yang boleh direkodkan oleh seismograph seluruh permukaan bumi bergantung dengan kekuatan letupan, sedangkan letupan dinamit di bawah permukaan bumi juga boleh menimbulkan getaran namun kesan getarannya sangat tempatan.


Gempa Bumi dan Ayat - ayat Al - Quran

Beberapa ayat dalam Al - Quran tentang gempa yang termasuk dalam bencana yang telah dijelaskan oleh Allah SWT di dalam Al - Quran.

1. Q.S. Al - An'aam (65)
Yang artinya:
Katakanlah: "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran kami silih berganti agar mereka memahami (nya). "
2. Q.S. Al - A'raaf (155)
Yang artinya:
Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohonkan taubat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka ketika mereka digoncang gempa bumi, Musa berkata: "Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau membinasakan kami kerana perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya. "
3. Q.S Al 'Ankabuut (37)
Yang artinya:
Maka mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka.

2.4 FENOMENA GERHANA BULAN & MATAHARI

Dalam Al Quran ada 10 ayat lebih yang menerangkan tentang matahari dan bulan (QS. 13:2, 14:33, 16:12, 21:33, 29:61, 31:29 dst.), berikut ini salah satunya :

وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ دَآئِبَيْنِ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ (٣٣)

Dan Dia (Allah) telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.” (QS. Ibrahim 14:33)

Hanya Allah Taala sahaja yang boleh berkomunikasi dengan kedua-duanya , gerhana adalah fenomena yang hanya dialami oleh matahari dan bulan , sebagai tanda kedua-duanya tetap tunduk / sujud dengan apa yang Allah amanatkan .
 Fenomena inilah yang hanya boleh dilihat oleh manusia , baik dengan mata kasar atau dengan bantuan alat seperti teleskop , di mana kedua-duanya masih beredar pada garis edarnya sesuai dengan perintah Allah Ta'ala yang disampaikan dalam Al Quran . Seterusnya dalam ayat diatas Allah menunjukan tanda sujudnya bumi , dengan adanya pergantian siang dan malam . Bumi hingga kini masih berputar dan tetap taat kepada Allah untuk bersujud .


Dalam surat dan ayat lain Allah berfirman,

وَمِنْ ءَايَٰتِهِ ٱلَّيْلُ وَٱلنَّهَارُ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا۟ لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَٱسْجُدُوا۟ لِلَّهِ ٱلَّذِى خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ (٣٧)

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah.” (QS. Al Fushilat 41:37)

Fenomena siang dan malam adalah cara bersujudnya bumi, maka manusia pun ikut bersujud saat itu dengan cara shalat subuh, dzuhur dan ashar, serta menjelang malam dilanjutkan dengan shalat magrib dan isya, serta qiyamul lail.

Matahari dan bulan dengan fenomena gerhana ditunjukan oleh Allah kepada manusia bahwa keduanya tetap tunduk. Kenapa Allah tunjukan/tampakan ketundukan bulan dan matahari? Jawabannya ada di dalam Al Quran, agar manusia dapat menyaksikan kekuasaan Allah dengan modal yang diberikan-Nya kepada tiap-tiap manusia. Modal apa yang sebenarnya Allah berikan kepada tiap manusia? Berikut ayatnya,

قُلْ هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۖ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ (٢٣)

Katakanlah: “Dialah Yang menciptakan kamu (manusia) dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati”. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.” (QS.67:23).


Saintifik

 Gerhana bulan


A gerhana bulan berlaku apabila Bulan berlalu di belakang Bumi ke dalam umbra yang ( bayang-bayang ). Ini boleh berlaku hanya apabila matahari, bumi dan bulan adalah sejajar (dalam " syzygy ") betul-betul, atau sangat rapat supaya , dengan Bumi di tengah-tengah. Oleh itu, gerhana bulan boleh berlaku hanya malam bulan purnama. Jenis dan panjang gerhana bergantung kepada lokasi Bulan yang relatif kepada nod orbitnya. Seramai gerhana bulan mempunyai cahaya matahari langsung tersumbat sepenuhnya oleh bayang-bayang bumi . Satu-satunya cahaya yang kelihatan dibiaskan melalui bayang-bayang bumi . Cahaya ini kelihatan merah untuk sebab yang sama bahawa matahari terbenam kelihatan merah, kerana Rayleigh penyebaran cahaya yang lebih biru. Oleh kerana warna merah , sejumlah gerhana bulan kadang-kadang dipanggil bulan darah .

Bayang-bayang bumi boleh dibahagikan kepada dua bahagian yang tersendiri : yang umbra dan penumbra . Dalam umbra , tidak ada radiasi solar langsung. Walau bagaimanapun, akibat daripada saiz sudut besar Matahari , pencahayaan solar hanya sebahagiannya disekat di bahagian luar bayang-bayang Bumi , yang diberikan penumbra nama.

  
Gerhana penumbra berlaku apabila bulan melalui penumbra Bumi. penumbra menyebabkan gelap halus permukaan bulan . Sejenis khas gerhana penumbra adalah gerhana penumbra , semasa Bulan itu terletak secara eksklusif dalam penumbra Bumi. Gerhana penumbra jarang berlaku, dan apabila ini berlaku , bahagian bulan yang paling dekat dengan umbra boleh kelihatan agak lebih gelap daripada yang lain daripada bulan.






Gerhana matahari 


Seperti yang dapat dilihat dari Bumi, gerhana matahari adalah sejenis gerhana yang berlaku apabila Bulan pas antara Matahari dan Bumi, dan Bulan sepenuhnya atau sebahagiannya blok ( " occults ") Matahari Ini boleh berlaku hanya pada bulan baru, apabila Matahari dan Bulan adalah bersempena seperti yang dilihat dari Bumi dalam penjajaran dirujuk sebagai syzygy . Dalam gerhana penuh , cakera Matahari dikaburi sepenuhnya oleh Bulan. Dalam gerhana separa dan anulus , hanya sebahagian daripada Matahari dikaburi. Jika Bulan berada dalam orbit sempurna bulat, sedikit hampir kepada Bumi, dan dalam satah orbit yang sama , akan ada jumlah solar gerhana setiap bulan. Walau bagaimanapun, orbit Bulan yang cenderung ( condong ) di lebih daripada 5 darjah ke orbit bumi mengelilingi matahari (lihat ekliptik ), jadi bayang-bayang pada bulan baru biasanya terlepas Bumi. orbit Bumi dipanggil pesawat ekliptik sebagai orbit Bulan yang mesti menyeberangi pesawat ini bagi gerhana (kedua-dua solar dan lunar) berlaku


2.5 Fenomena Gunung Berwarna Warni


Menurut Saintis Fenomena ini terjadi kerana batuan pasir merah dan mineral yang terbentuk sejak zaman Kapur iaitu 24 juta tahun lalu.Gunung ini akan menampilkan pola warna yang berbeza, bergantung pada keadaan cuaca dan pencahayaan matahari. Warna-warni gunung ini akan semakin nampak jika turun hujan pada hari sebelumnya.

Bukit dan lembahnya terdiri dari lapisan warna merah, biru, hijau zamrud,dan kuning. Meskipun demikian, di sana tidak ditemui tumbuhan atau haiwan kerana keadaan tanahnya yang tandus.

Fenomena yang diceritakan dalam al quran

Tidak ada keraguan tentang firman Allah yang diturunkannya melalui ayat-ayat didalam Al-Quran. Fenomena-fenomena yang dijelaskan Al-Quran, yang muncul di muka bumi 1400 tahun lalu ,kini sudah banyak dan terbukti salah satu diantaranya adalah tentang gunung pelangi di China
Seperti Surat Ar Rahman ayat 19-20 yang menyebut tentang fenomena alam pertemuan dua lautan yang tidak bercampur, ternyata fenomena gunung berwarna-warni yang difirmankan Allah dalam Surat Al Fahir 27, pun benar .

Meskipun demikian,mungkin masih banyak orang yang belum mengetahui fenomena alam yang indah tersebut, gunung-gunung yang berwarna-warni di Zhangye Danxia, provinsi Gansu, Cina ini nampak seperti hamparan pelangi kerana itu orang memanggilnya ‘rainbow mountain’.
Gunung pelangi seluas 300 kilometer persegi ini merupakan bagian dari Zhangye Danxia Landform Geological Park yang terletak di provinsi Gansu, China.


Apakah Nabi Muhammad SAW pernah ke Cina? 

Tidak pernah sama sekali.  Tiada lain tiada bukan, informasi tersebut bersumber dari wahyu Allah SWT semata. Al-Qur’an telah menceritakan fenomena alam tersebut 14 abad yang lalu. 

“Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu dengan air itu Kami hasilkan buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.” 
(QS. Fathir 27)

Dalam penafsiran lain disebutkan bahwa ayat ini menunjukan tentang bukti-bukti kekuasaan Allah SWT dan mengajak setiap orang untuk berpikir dan memperhatikan ciptaan-Nya, bahwa Allah menurunkan dari langit air hujan lalu dengan air hujan itu Allah mengeluarkan yakni menghasilkan jenis-jenis buah-buahan yang beraneka ragam atau bermacam warna, bentuk, rasa dan aromanya. Seandainya yang melakukan itu alam tentu hal tersebut tidak akan beragam dan bermacam-macam.

Persamaan dan perbedaan juga terjadi pada yang lebih kukuh iaitu gunung-gunung yang memiliki jalur garis-garis yang  berwarna putih dan juga yang merah yang kejelasan warna yang beraneka macam disamping merah dan putih dan ada yang hitam pekat.

Dalam ayat tersebut terdapat kata Judadun yaitu bentuk jamak dari perkataan Juddatun iaitu jalan, kata Baidhon bentuk jamak dari kata Abyadun, yaitu putih. Kata Suudun adalah bentuk jamak dari kata Aswadun iaitu hitam. Dan kata Khumrun adalah bentuk jamak dari kata Akhmar iaitu merah. Adapun kata Gharabibun adalah bentuk jamak dari Gharbibun iaitu pekat sangat (sangat hitam). Sebenarnya istilah yang tepat untuk dipakai adalah Sudun Gharbibun yaitu hitam pekat.

Menurut tafsir al-Munthalihah, kemukjizatan ayat ini dari segi ilmu pengetahuan bukan saja nampak ketika disebut bahwa warna gunung yang bermacam-macam itu disebabkan adanya perbezaan materi yang dikandung oleh gunung-gunung itu saja. Juga dikaitkan adanya jenis buah-buahan meskipun pepohonan yang disiram dengan air yang sama. Dengan penciptaan gunung-gunung yang beranekaragam warna merah, putih atau hitam, meskipun berasal dari suatu materi yang sama di dalam perut bumi.



3.0 KESIMPULAN

Kesimpulan ataupun konklusi yang kami dapat melalui kajian kami mengenai fenomena alam ini ialah setiap fenomena yang telah berlaku atau bakal berlaku sebenarnya sudah dicatat atau diceritakan didalam risalah al quran. Maka benarlah bahawa sesungguhnya al quran itu adalah risalah yang benar kerana setiap perkara yang berlaku dimuka bumi ini telah diceritakan didalam al quran dan ia tidak dapat dinafikan oleh saintis barat sendiri. Maka kita sendiri sebagai umat islam seharusnya percaya dan yakin bahawa risalah al quran ini adalah benar ianya turun dari allah s.w.t dan ia tidak dibuat oleh manusia kerana sifat al quran itu sendiri begitu menyeluruh.hendaklah kita menjadikan alquran itu sebagai pentunjuk kita dalam mencari redha allah s.w.t in sha allah moga kita mendapat berkat dan syafaatnya pada akhirat kelak.janganlah kita menafikan kesucian al quran itu sendiri kerana sanitis barat yang mengkaji perkara-perkara seperti fenomena alam itu sendiripun tidak dapat mencari jawapan sebaik jawapan yang tercatat di dalam al quran bahkan  hampir separuh dari saintis barat yang mengkaji fenomena alam ini apabila mereka bandingkan fakta mereka dengan al quran jelas ternyata yang alquran mempunya fakta yang lebih tepat dari mereka maka mereka terus mempercayai bahawa islam itu benar dan mereka memeluk islam.

Benarlah  ayat yang tercatat di dalam al quran ini:

“Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu. ” (QS Fushshilat : 53).

4.0 LAMPIRAN


  1. Gunung berwarna warni.

Fenomena alam yang terjadi di China.


Terlihat seperti ilutrasi optik komputer tapi ianya benar ada.


      2.Hujan


Hujan merupakan rahmat daripada allah s.w.t kepada seluruh umat islam.


Hujan juga memberi manfaatkepada manusia.


3.fenomena siang dan malam


Matahari bergerak dari timur ke barat.




Bulan mengantikan matahari sebagai tanda malam,dan malam diciptakan untuk beristirehat.


4.Gerhana bulan dan matahari


Gerhana bulan indah dimata indah penciptaanya.


Gerhana matahari penciptaan yang agung oleh allah s.w.t.


5.Gempa bumi


Gempa bumi meninggalkan kesan terhadap alam sekitar.


Gempa bumi dijadikan ujian oleh allah kepada hambanya yang tersayang









5.0 RUJUKAN

5.1 Fenomena Hujan
  • http://www.infoyunik.com/2015/06/proses-turunnya-hujan-sudah-dijelaskan.html
5.2 Fenomena kejadian siang dan malam
5.3 Fenomena bencana alam
  •  http://islamsainsituindah.blogspot.sg/2013/01/gempa-bumi-dalam-persepektif-islam_14.html

5.4 Fenomena gerhana
  • KIBLAT.NET 
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Lunar_eclipse 
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Solar_eclipse

5.5 Fenomena Gunung berwarna warni
  • http://shikamarutour.blogspot.sg/2015/04/di-ceritakan-dalam-al-quran-terbukti.html 
#Kami pelajar dep2a pmm (e-folio sains kejuruteraan dalam islam)
1.Aizat Zaim
2.Ridhwan
3.Zakwan
4.Aiman Akmal